Jumat, 18 November 2011

MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN

Definisi Model : penyederhanaan dari suatu objek.

Model mewakili sejumlah objek atau aktifitas yang disebut entitas.

JENIS-JENIS MODEL :

1. Model Fisik ; penggambaran entitas dalam bentuk 3 dimensi.

2. Model Naratif ; menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan.

3. Model Grafik ; menggambarkan entitas dengan sejumlah garis atau symbol.

4. Model matematika ; sebagian besar perhatian dalam pembuatan bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Keunggulannya, ketelitian dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.

KEGUNAAN MODEL :

1. Mempermudah Pengertian, suatu model pasti lebih sederhana dari pada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.

2. Mempermudah Komunikasi, setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu sering pula dikomunikasikan pada orang lain.

3. Memperkirakan Masa Depan, ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis lain.

“MODEL SISTEM UMUM”

1. Sistem Fisik, merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.

Arus sumber daya fisik yang mengalir :

1. Arus material.

2. Arus personil.

3. Arus mesin.

4. Arus uang.

Sistem Fisik Perusahaan sebagai system yang terkendali

2. Sistem Konseptual,

Sebagian sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut “Lingkaran Umpan Balik” yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula sebaliknya.

a. Sistem Lingkaran Terbuka.

b. Sistem Lingkaran Tertutup.

Pengendalian Manajemen; pihak manajemen menerima informasi yang menggambarkan output sistem.

Perubahan-perubahan dibuat dalam sistem fisik melalui arus keputusan

Model Sistem Umum Perusahaan

PENDEKATAN SISTEM

Manajer terlibat dalam pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan yang efektif dan efisien.

Sistem Konseptual adalah suatu sistem pemecahan masalah yang terdiri dari manajer, informasi dan standar. 2 elemen lain masuk dalam proses perubahan masalah menjadi solusi (solusi alternatif dan kendala).

TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM

1. Usaha Persiapan

o Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.

o Mengenal sistem lingkungan.

o Mengidentifikasi subsistem perusahaan.

2. Usaha Definisi

o Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.

Tujuannya : mengidentifikasi tingkat sistem tempat persoalan berada.

o Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu :

1. Mengevaluasi standar.

2. Membandingkan output dengan standar.

3. Mengevaluasi manajemen.

4. Mengevaluasi pemroses informasi.

5. Mengevaluasi input dan sumber daya input.

6. Mengevaluasi proses.

7.Mengevaluasi sumber daya output.

3. Usaha Persiapan

o Pertimbangan alternatif yang layak.

o Mengevaluasi berbagai solusi alternatif.

o Memilih solusi terbaik.

o Menerapkan solusi.

o Memastikan bahwa solusi tersebut efektif.

FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH

3 Kategori manajer dalam merasakan masalah :

1. Penghindar masalah (Problem Avoider), manajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja.ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.

2. Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah (Problem Seeker)) :

a. Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.

b. Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.

3.Menggunakan informasi untuk memecahkan masalah/Pemecah masalah

( Problem solver) :

a. Gaya sistematik, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. Co. : pendekatan sistem.

b. Gaya intuitif, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.

PENGGUNAAN KOMPUTER DI PASAR INTERNASIONAL





Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan anak-anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijaksanaan dan prosedur tersendiri.

Contoh : N.V. Philips, MNC yang berdomisili / berbasis di Belanda.


Istilah warisan administratif (administrative heritage) digunakan untuk menggambarkan kondisi internal seperti asset perusahaan, distribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, budaya perusahaan, dan gaya manajemen. Bagi MNC, lingkungan/eksternal bersifat global. MNC merupakan sistem terbuka yang berusaha

meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan lingkungan. Ketidakpastian, adalah “perbedaan antara jumlah informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas dan jumlah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi”. MNC membuat sistem pengolah informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dari segi pengaruh lingkungan dan warisan administratif.

2. Jenis-jenis Struktur Organisasi MNC

Menurut William Egelhoff dari Fordham University, MNC dapat mengorganisasikan menurut divisi fungsional sedunia (worldwide functional division), divisi internasional (international divisions), wilayah geografis (geographic regions), atau divisi produk sedunia (worldwide product divisions). Dalam divisi fungsional sedunia, anak-anak perusahaan diorganisasikan menurut jalur fungsional-manufaktur, pemasaran, dan keuangan. Bidang-bidang operasional di anak perusahaan melapor langsung ke pasangan fungsional mereka ke induk perusahaan. Dalam divisi internasional, semua anak perusahaan di luar negeri melapor pada suatu divisi internasional MNC yang terpisah dari divisi domestik.

Dalam wilayah geografis, MNC membagi operasinya menjadi wilayah-wilayah dan tiap wilayah bertanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang berlokasi dalam batasnya. Dalam divisi produk sedunia, perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.

Dimensi-dimensi struktural pengolahan informasi Pengolahan informasi suatu MNC dapat dipandang sebagai berada pada dua poros. Pada satu poros cenderung pada aktivitas taktis atau strategis. Di poros yang lain, pemrosesan informasi cenderung menghubungkan masalah perusahaan atau Negara dengan masalah produk.

Pemrosesan Informasi Taktis vs Strategis

Pemrosesan informasi taktis menangani transaksi harian dalam volume besar,

contohnya sistem informasi akuntansi pemrosesan informasi strategis melibatkan penyaringan dan pengikhtiaran data akuntansi untuk menonjolkan masalah-masalah tingkat tinggi, contoh SIM seperti SI pemasaran, DSS.

Informasi Perusahaan dan Negara vs Informasi Produk

Informasi yang dihasilkan MNC dapat dipisahkan dalam dua golongan besar – yang satu menggambarkan produk-produk perusahaan dan yang lain menggambarkan perusahaan dan Negara tempat beroperasi perusahaan.

Perlunya Koordinasi dalam suatu MNC

Keuntungan koordinasi :

· Fleksibilitas dalam memberi respon terhadap pesaing di berbagai

negara dan pasar.

· Kemampuan memberikan respon di suatu negara, atau wilayah

dari suatu negara terhadap perubahan di negara atau wilayah

lain.

· Kemampuan mengikuti kebutuhan pasar di seluruh dunia.

· Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit-unit di berbagai

negara.

· Pengurangan keseluruhan biaya operasi.

· Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan

pelanggan.

· Kemampuan mencapai dan mempertahankan keragaman produk

perusahaan serta cara produksi dan distribusinya.

Sistem informasi yang digunakan MNC saat mereka mengikuti empat strategi bisnis disebut sistem informasi global (global information system), atau GIS. GIS dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari jaringan-jaringan yang melintasi batas-batas negara.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan :

a) Strategi multinasional bersifat desentralisasi.

b) Strategi global mengumpulkan pengendalian di perusahaan induk

(sentralisasi).

c) Strategi internasional merupakan perpaduan sentralisasi

pengendalian dari strategi global dan desentralisasi dari strategi

multinasional.

d) Strategi transnasional, baik induk dan anak perusahaan bekerja sama memformulasikan strategi dan kebijaksanaan operasi, dan mengkoordinasikan logistik agar produk mencapai pasar yang tepat. Pada strategi ini, tanggung jawab yang besar pada pengelola database induk memastikan keseragaman rancangan database di seluruh dunia.

3. Strategi Penerapan GIS

Jika suatu MNC mengikuti strategi multinasional (desentralisasi), diperlukan sejumlah tim pengembangan, yang bekerja di sejumlah anak perusahaan. Jika strategi global (sentralisasi) yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan sebagian besar tugasnya di perusahaan induk. Jika strategi internasional (kombinasi sentralisasi dan desentralisasi) yang diikuti, satu atau sejumlah tim pengembangan dapat bepergian dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan. Dalam hal strategi transnasional (integrasi), tim pengembangan menyertakan wakilwakil

dari perusahaan induk dan anak perusahaan.

Strategi Transnasional bagi Penerapan GIS

Karena strategi ini paling rumit, menyatukan seluruh MNC menjadi suatu sistem yang bekerja lancar, strategi penerapannya dapat menjadi model untuk menghindari kegagalan-kegagalan potensial. Strategi ini berfokus pada sejumlah hal penting yang berhubungan dengan GIS/business strategy linkage, sumberdaya informasi, pembagian data internasional, dan lingkungan budaya.

· Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis, tim pengembangan

harus :

1) Bekerjasama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.

2) Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis. 24

3) Menentukan strategi GIS global yang sesuai untuk strategi

bisnis global tiap unit bisnis.

4) Menentukan tujuan dari tiap strategi GIS.

5) Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai strategi GIS dan menentukan prioritasnya.

6) Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.

· Menentukan sumberdaya informasi, dalam menentukan

sumberdaya informasi – H/W, S/W, personil, data, informasi serta

fasilitas, tim pengembangan harus :

1) Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional.

2) Mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk dan

jasa bagi tiap anak perusahaan.

3) Membuat spesifikasi standar H/W dan S/W yang dapat

digunakan semua anak perusahaan.

4) Membuat rencana bagi satu atau beberapa unit penolong yang

membantu anak perusahaan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

5) Siap menghadapi keterlambatan penerapan yang tidak dialami

di negara perusahaan induk.

· Menyediakan pembagian data; pembuatan sistem pemakaian

bersama data (data sharing) mencakup beberapa tugas.

Tim pengembangan harus :

1) Mengembangkan suatu model data global yang mendukung

tujuan bisnis global.

2) Membentuk satu kelompok yang terdiri dari para wakil perusahaan induk dan anak perusahaan untuk menetapkan standar data yang akan diterapkan di seluruh MNC.

3) Meneliti peraturan berbagai negara untuk mengetahui berbagai

pembatasan atas pengolahan data dan telekomunikasi.

4) Berdasarkan penelitian tersebut, menentukan apakah data akan dikirimkan melintasi batas negara atau memprosesnya di negara tempat anak perusahaan.

5) Menerapkan database.

· Memperhatikan lingkungan budaya, untuk itu tim pengembangan

harus:

1) Menyadari perbedaan budaya yang ada di antara negaranegara tempat anak perusahaan dan merumuskan pemecahan

yang dapat diterima oleh semua pihak.

2) Membuat survei atas keahlian para spesialis informasi yang ada di anak perusahaan agar keahlian tersebut dapat dipergunakan secara maksimal selama penerapan.

3) Menyediakan pelatihan dan pendidikan bagi anak perusahaan.

4) Membuat program-program formal yang mempersiapkan para

manajer perusahaan induk untuk bekerjasama dengan paramanajer anak perusahaan, dan sebaliknya.

Kesimpulan :

Perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan anak-anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijaksanaan dan prosedur tersendiri dan Jika suatu MNC mengikuti strategi multinasional (desentralisasi), diperlukan sejumlah tim pengembangan, yang bekerja di sejumlah anak perusahaan. Jika strategi global (sentralisasi) yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan sebagian besar tugasnya di perusahaan induk.

www.smecda.com/e-book/SIM/Simbab4.pdf

Kamis, 27 Oktober 2011

Konsep dasar dan Konsep Sistem Manajemen Informasi

Pendahuluan

Sistem Informasi Manajemen (SIM) dapat diartikan sebagai suatu alat yang mendukung para pengambil keputusan dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen( perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian), sedemikian rupa sehingga tercapai suatu keputusan yang didasarkan kepada pendekatan sistem.
Jadi dapat diartikan, SIM adalah interelasi atau interaksi komponen komponen atau subsistem subsistem yang saling berhubungan dan terintegrasi dimana diperlukan suatu pengambilan (collect), proses (process), penyimpanan (store) dan diseminasi (diseminatin) informasi untuk mendukung pengambilan keputusan (decision making) serta pengawasan (control) dari organisasi. Sistem Informasi manajemen juga dapat menggambarkan visualisasi dari organisasi.Ada tiga aktifitas dalam SIM dalam memproduksi kebutuhan informasi suatu organisasi, yaitu masukan (input), proses (processing) dan keluaran (output). Sistem Informasi juga diperlukan umpan balik (feed back), dimana keluaran yang dikembalikan untuk membantu mereka dalam mengevaluasi atau mengkoreksi fase masukan.

Saat ini banyak pimpinan yang menyadari bagaimana informasi dapat menunjang kompetisi di lingkungan usaha terutama dalam menghadapi era globalisasi yang tergantung bagaimana kemampuan mereka dalam menjalankan organisasi secara global. Hari ini, sistem informasi menyediakan komunikasi dan kekuatan analisa yang diperlukan suatu organisasi untuk penyelenggaraan perdagangan (trading) dan pengelolaan aktifitas atau usaha dalam sekala global.
Secara umum komponen Sistem Informasi Manajemen terdiri dari: Perangkat Keras (hardware), Piranti Lunak (software), jaringan (networking), Data, Sumber Daya Manusia (Brainware), Prosedur (Procedure).

Konsep dasar dan Konsep Sistem Manajemen Informasi

Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi keseluruhan, karena tidak semua informasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah istem yang otomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar system omputer.Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena :

1. Kurang organisasi yang wajar
2. Kurangnya perencanaan yang memadai
3. Kurang personil yang handal
4. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.

SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.

Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.

Secara teoritis komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM, namun dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan komputer. Prinsip utama perancangan SIM : SIM harus dijalin secara teliti agar mampu melayani tugas utama.

Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.

KOMPONEN SISTEM INFORMASI

Dalam menerima sumber daya data sebagai input dan memprosesnya menjadi produk informasi sebagai outputnya, sistem informasi memerlukan beberapa komponen-komponen untuk mencapainya. Komponen-komponen tersebut adalah :

•Manusia, hardware, software, data, dan jaringan adalah lima sumber daya dasar sistem informasi.

•Sumber daya manusia meliputi pemakai akhir dan pakar sistem informasi, sumber daya hardware terdiri dari mesin dam media, sumber daya software meliputi baik program maupun prosedur, sumber daya data meliputi dasar data dan pengetahuan, serta sumber daya jaringan yang meliputi media komunikasi dan jaringan.

•Sumber daya data diubah melalui aktivitas pemrosesan informasi menjadi berbagai produk informasi bagi pemakai-akhir.

•Pemrosesan informasi terdiri dari aktivitas input daalm sistem,pemrosesan, output, penyimpanan, dan pengendalian

Sumber Daya Sistem Informasi dan Produknya

· Sumber Daya Manusia

Para pakar – sistem analis, pembuat software, operator sistem.

Pemakai akhir – orang-orang lainnya yang menggunakan sistem

informasi.

· Sumber Daya Hardware

Mesin – komputer, monitor video, disk drive magnetis, printer, pemindai

optikal.Media – floppy disk magnetic tape, disk optikal, kartu plastic, formulir

kertas.

· Sumber Daya Software

Program – program sistem informasi, programspreadsheets, program

word

processing, program penggajian.

Prosedur – prosedur entri data, prosedur untuk memperbaiki kesalahan,

prosedur pendistribusian cek gaji.

Sumber Daya Data

Deskripsi produk, catatan pelanggan, file kepegawaian, database

persediaan.

· Sumber Daya Jaringan

Media komunikasi, pemroses komunikasi, software untuk akses dan

pengendalian jaringan.

· Produk Informasi

Laporan manajemen dan dokumen bisnis yang menggunakan tampilan

teks serta grafik, respons audio, dan formulir kertas

Kesimpulan

Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan.

Informasi adalah sebuah pernyataan yang menjelaskan suatu peristiwa (suatu obyek atau kensep) sehingga manusia dapat membedakan sesuau dengan yang lainnya. Informasi juga merupakan kumpulan data yang telah diolah, baik bersifat kwalitatif atau kwantitatif dalam memiliki arti lebih luas.

Manajemen adalah merupakan proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya.

Pendidikan adalah usaha sadar yang terencana untuk mewujudkan suasana Belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, Pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan drinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

http://syopian.net/blog/?p=334

http://nda-nitch.blogspot.com/2010/01/konsep-dasar-sistem-informasi-manajemen.html

http://22adi.blogspot.com/2010/01/k.html

http://dianraditya.wordpress.com/2010/10/11/sistem-informasi-manajemen/

http://lukmancoroners.blogspot.com/2010/04/tes.html

Rabu, 05 Oktober 2011

SISTEM INFORMASI ORGANISASIONAL

PENDAHULUAN

Organisasi adalah struktur sosial resmi stabil yang memiliki sumber-sumber berasal dari lingkungan dan memproses sumber-sumber itu agar menghasilkan output.
Definisi behavioral organisasi adalah kumpulan hak, hak khusus, kewajiban, dan tanggung jawab yang harus dengan cermat diseimbangkan selama periode waktu tertentu melalui konflik dan resolusi konflik.

SISTEM INFORMASI ORGANISASIONAL

Fitur fitur Umum Organisasi

Organisasi adalah birokrasi yang memiliki fitur-fitur “struktural” tertentu. Birokrasi yaitu organisasi formal yang memiliki pembagian yang jelas mengenai tenaga kerja, prosedur, dan aturan abstrak, dan pengambilan keputusan yang bersifat netral yang menggunakan kualifikasi teknis dan profesionalisme sebagai dasar kenaikan pangkat karyawan.
Karakteristik struktural semua organisasi :

1. pembagian tenaga kerja secara jelas

2. hierarki

3. prosedur dan aturan yang eksplisit

4. keputusan-keputusan yang bersifat netral

5. dasar kualifikasi teknis untuk posisi jabatan

6. efisiensi organisasi maksimum

Rutinitas Dan Proses Bisnis

Organisasi memiliki kegiatan menyerap sumberdaya , mengolah serta memproduksi. rutinitas, merupakan SOP (Standar Operating Procedures) yang biasanya terdiri dari aturan, prosedur serta praktik yang telah dikembangkan untuk memenuhi keadaan yang diharapkan. Proses bisnis, merupakan sekumpulan dari rutinitas. Dengan mengamati proses bisnis kita akan dapat melihat/memahami bagaimana bisnis dalam perusahaan bekerja.

System informasi terkait dengan politik organisasi karena mempengaruhi akses ke sumber utama, yaitu informasi. System informasi berpotensi mengubah struktur, budaya, politik, dan kerja organisasi. Alasan paling umum dari kegagalan proyek-proyek besar mengarah kepada hambatan perubahan politikal dan organisasional.

Prosedur standar pengoperasian, aturan-aturan, prosedur dan praktik-praktik yang seksama yang dikembangkan oleh organisasi untuk dapat mencakup semua situasi yang mungkin dihadapi.

Politik organisasi, perbedaan-perbedaan ini menjadi persoalan bagi manajer dan karyawan, dan hasilnya adalah pergolakan politik, persaingan, dan konflik di dalam organisasi. Hambatan politik adalah salah satu dari sekian banyak kesulitan terbesar untuk membawa perubahan organisasi, khususnya perkembangan sistem informasi yang baru.

Kultur organisasi adalah kumpulan asumsi fundamental seperti itu mengenai produk apa yang harus dihasilkan organisasi, bagaimana prosesnya, di mana, dan untuk siapa.

Fitur fitur Khusus Organisasi

Fitur-fitur khusus organisasi meliputi struktur, sasaran, konstituensi, gaya kepemimpinan, tugas-tugas, dan lingkungan sekitar yang berbeda.

  1. Tipe Organisasi

Struktur pengusaha, struktur sederhana dan dikelola oleh pengusaha yang bertindak sebagai direktur pelaksana tunggal. Contoh bisnis kecil baru. Birokrasi mesin, birokrasi besar yang ada di lingkungan yang lambat berubah, menghasilkancommon Organisasi, semua organisasi memiliki beberapa fitur"struktural" serupa. Birokrasi divisional, kombinasi dari bergam birokrasi mesin, masing-masing menghasilkan produk dan layanan yang berbeda, semuadikendalikan dari kantor pusat. Contohnya Perusahaan-perusahaan Fortune 500. Birokrasi professional, organisasi berbasis pengetahuan di mana bentuk barrang-barang produksi dan jasa tergantung pada keahlian dan pengetahuan para professional. Contohnya perusahaan hukum, rumah sakitadhokrasi, organisasi ‘satuan tugas’ yang harus merespon lingkungan yang berubah dengan pesat. Misalnya perusahaan konsulatan.

  1. Lingkungan

Organisasi dan lingkungan memiliki hubungan timbal balik. Pada satu sisi, organisasi terbuka dan bergantung pada lingkungan social dan fisik disekitarnya. Di sisi lain, organisasi bias mempengaruhi lingkungannya. Perbedaan-perbedaan lain diantara organisasi antara lain : Sasaran utama yang hendak dicapai dan tipe kekuatan yang digunakan untuk mencapainya. Ada yang menggunakan sasaran koersif (penjara) dan sasaran praktis (bisnis). Ada juga yang menggunakan sasaran normative (universitas).

Organisasai melayani kelompok dan memiliki wilayah yang beragam, sebagian memberi keuntungan bagi anggotanya, sebagian lagi memberikan keuntungan kepada klien, pemegang saham atau publiknya.

Sifat kepemimpinan dari tiap-tiap organisasi sangat berbeda satu sama lain. Satu organisasi mungkin cenderung demokratis atau otoriter daripada lainnya.

Tugas-tugas yang dijalankan dan teknologi yang digunakan. Sebagian organisasi menjalankan tugas-tugas rutin utama yang bias dikurangi menjadi aturan-aturan formal yang memerlukan sedikit keputusan, sementara yang lainnya memiliki tugas utama nonrutin.

PERUBAHAN SISTEM INFORMASI DALAM ORGANISASI

(a) Infrastruktur Teknologi Informasi dan Layanan Teknologi Informasi

Salah satu cara agar organisasi bisa mempengaruhi bagaimana teknologi informasi digunakan yaitu melalui keputusan-keputusan mengenai konfigurasi teknis dan organisasional dari system, siapa yang akan mendesain, membangun dan memelihara infrastruktur IT organisasi. Uniot yang bertanggung jawab memelihara layanan teknologi (hardware, software, data storage, dan network) disebut departemen system informasi.

Departemen system informasi terdiri dari para ahli, seperti programmer, analis system. Pemimpin proyek, dan manajer system informasi. Programmer adalah ahli teknis terlatih yang membuat instruksi perangkata lunak pada computer. Analis system bertugas menyususn hubungan antar kelompok system informasi dan kelompok-kelompok lain dalam organisasi. Manajer system informasi adalah pemimpin dari beragam ahli pada departemen system informasi.

Selain itu ada juga Chief information officer (CIO) dan end-user. CIO tergolong manajer senior yang bertugas mengepalai fungsi system informasi di dalam perusahaan. Sedangkan end-user adalah perwakilan di luar kelompok system informasi sebagai objek sasaran pengembangan aplikasi.

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF

Istilah eksekutif diterapkan agak bebas.

Eksekutif sering dikaitkan dengan perencanaan jangka panjang dan berorientasi pada kesejahteraan perusahaan. Jika tidak ada sistem informasi eksekutif dan hanya ada sistem informasi fungsional, manajer pucuk akan menerima semua informasi dari subsistem-subsistem fungsional dan para eksekutif harus menyarikan dan mensintesiskan data menjadi suatu bentuk yang berarti bagi mereka. Sistem informasi eksekutif membebaskan eksekutif dari tugas tersebut. Beberapa pandangan tentang apa yang dilakukan eksekutif :

1) Menurut Henri Fayol, semua manajer melakukan fungsi-fungsi

manajemen yang sama: merencanakan, mengorganisasikan, menyusun staf, mengarahkan dan mengendalikan. Perencanaan sangat ditentukan pada tingkat eksekutif, sedangkan fungsi-fungsi lain oleh tingkat yang lebih rendah.

2) Peran-peran manajerial Mintzberg, semua manajer melakukan semua peran, tetapi orientasinya berbeda untuk tiap tingkatan. Salah satu peran keputusan adalah negotiator. Salah satu contoh, seorang manajer puncak berunding dalam menggabungkan usaha (merger), dan manajer tingkat bawah/rendah berunding tentang tanggal penerimaan dengan pemasok.

3) Agenda dan jaringan Kotter, menurut Prof. John P. Kotter dari Harvard para eksekutif mengatasi tantangan pekerjaan mengikuti strategi tiga tahap: (a) menetapkan agenda - tujuan yang harus dicapai perusahaan (panjang, mencegah, dan jangka pendek); (b) membangun aringan kerjasama diantara orang-orang yang harus menyelesaikan agenda tersebut; (c) menetapkan lingkungan norma dan nilai yang tepat sehingga anggota jaringan dapat bekerja mencapai agenda itu. Pikiran manajer sering dipandang sebagai black box, yang tidak boleh dibuka. Menurut Prof. Daniel J. Isenberg dari Harvard, bahwa eksekutif berpikir mengenai dua kelompok umum masalah: bagaimana membuat sesuatu dilaksanakan dan bagaimana menangani sejumlah kecil masalah utama atau sasaran umum. Seorang eksekutif sering melompat dari definisi masalah ke penerapan solusi dan kemudian kembali ke evaluasi alternatif. Eksekutif memang sering membuat keputusan rasional, tetapi mungkin tidak selalu merupakan hasil dari mengikuti serangkaian langkah-langkah yang terdefinisikan secara baik dalam urutan yang sama.

SISTEM INFORMASI KEUANGAN

Sistem Informasi Keuangan adalah sistem informasi yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan perusahaan. MoDeL System Informasi Keuangan yaitu Subsytem input dan Subsystem Output System Informasi keuangan mencakup 3 subsystem output: yaitu

- subsystem peramalan

- Subsystem manajemen dana

- subsystem pengontrolan

Subsystem pemrosesan data: System perosesan data merupakan pondasi untuk membangun semua subsistem CBIS yang berorientisai informasi (SIM, DSS, dan expert system). Dasar Pemrosesan Data : Sinonim dengan Accounting, Subsistem Audit internal Jenis aktivitas auditing :Auditing Keuangan, Auditing Operasional, Auditing Persetujuan

Informasi masyarakat keuangan

Metode Untuk Memperoleh Inteligensi Keuangan : Perusahaan mengumpulkan inteligensi keuangan dengan 3 cara pokok, yaitu Komunikasi informal, publikasi tertulis, dan database computer .

Metode Non-Kuantitatif Metode Kuantitatif :Proses Penganggaran, Proses Penganggaran, Laporan Anggaran, Rasio Penampilan

Sistem Informasi SDM

SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia Misal : informasi gaji, ringkasan pajak, tunjangan-tunjangan, kinerja pegawai Sering disebut dengan istilah :

-HRIS (Human Resource Information)

-HRMIS (Human Resource Management Information System)

-HRMS (Human Resource Management System)

Perangkat Lunak Keuangan Siap pakai

Banyak Perangkat Lunak Siap Pakai (prewritten application software)

- Berupa paket pengolahan data (gaji, persediaan dan piutang)

- Spreadsheet elektronik

- Sistem perangkat lunak siap pakai memungkinkan perusahaan kecil mencapai sistem pengendalian keuangan dengan investasi tidak terlalu besar

Subsistem Intelijen keuangan

• Informasi Pemegang Saham Laporan tahunan atau triwulan

- Informasi Masyarakat Keuangan

- Pengaruh Lingkungan pada Arus Uang Lingkungan berpengaruh langsung atau tidak langsung pada arus uang melalui perusahaan

• Rasio Kinerja - Rasio kinerja (performance ratio): hubungan dari dua atau lebih indikator kegiatan organisasi yang menjadi suatu cara pengukuran

- Current Ratio (rasio lancar) = aktiva lancar dibanding hutang lancar

- Rasio perputaran persediaan (inventory turnover) = harga pokok persediaan disbanding nilai persediaan rata-rata.

KESIMPULAN

Didalam sistem informasi organisasional harus terdapat unsur-unsur seperti pembagian tenaga kerja secara jelas, hierarki ,prosedur dan aturan yang eksplisit ,keputusan-keputusan yang bersifat netral, dasar kualifikasi teknis untuk posisi jabatan dan efisiensi organisasi maksimum. Agar suatu sistem informasi dapat berjalan lebih baik dan mencapai tujuan.

http://nda-aping.blogspot.com/2010/04/sistem-informasi-keuangan.html

http://www.smecda.com/e-book/SIM/Simbab12.pdf

http://shesaskia.blogspot.com/2010/12/sistem-informasi-organisasional.html

Kamis, 28 April 2011

Bisnis Sepatu sang Peragawan


Kisah sukses perancang dan pengusaha sepatu Iyuth Brand

Ketika perusahaan sepatu lain gulung tikar karena krismon, Iyuth Brand Shoes, milik mantan peragawan terkenal Iyuth Brand, justru booming. Ikuti rahasia sukses Iyuth membesarkan perusahaan sepatunya.

Tak mabuk kepayang ketika sedang tenar. Itulah salah satu prinsip yang dipegang Iyuth Brand, perancang dan pengusaha sepatu yang cukup kondang di tanah air. Di awal 1990-an, sebagai salah satu peragawan terkenal, namanya masih cukup harum. Tawaran manggung pun masih terus mengalir. Tapi, sejak saat itu, Iyuth memutuskan untuk beralih profesi menjadi perancang dan pedagang sepatu. Iyuth sadar, ia tak bisa selamanya jadi peragawan karena usianya terus bertambah dan model-model baru terus bermunculan.

Sekarang, setelah delapan tahun menekuni bisnis alas kaki, Iyuth berhasil mendudukkan dirinya menjadi perancang dan pengusaha sepatu yang disegani. Ketika orang menuding sepatu sebagai sunset industry dan banyak pengusaha sepatu gulung tikar akibat krismon, ia justru makin berjaya. "Penjualan dan produksi saya booming, naik 50%," kata Iyuth. Ini semua berkat kejeliannya melihat peluang. Ketika krisis melanda Indonesia, dan banyak pengusaha sepatu menghentikan produksinya, Iyuth justru membanjiri pasar dengan sepatu murah. Bahan baku impor pun diganti dengan bahan lokal. "Pintar-pintarnya saya mengombinasi bahan," katanya.

Alhasil, masyarakat pun menyerbu sepatu buatan Iyuth. Menurutnya, saat ini 60% penghasilannya berasal dari penjualan sepatu kelas menengah bawah. Meskipun begitu ia tetap meladeni pasar menengah atas. "Semua segmen kan butuh sepatu, jadi fleksibel saja tergantung permintaan pasar," kata Iyuth. Strategi ini sukses karena ia sudah memiliki jaringan pemasaran yang luas. Saat ini Iyuth memiliki tak kurang dari 150 gerai alias outlet yang tersebar di setiap pusat perbelanjaan. Mulai dari Ramayana dan Borobudur, tempat belanja kalangan menengah bawah, sampai arena shopping orang-orang kaya macam Sogo dan Metro.

Omzetnya tentu saja besar. Sayang, Iyuth enggan membicarakannya. Sebagai gambaran, setiap harinya total produksi ke-12 bengkel sepatu miliknya mencapai 6.000 - 12.000 pasang sepatu, sementara harganya berkisar antara Rp 10.000 - Rp 300.000 perpasang. Dalam waktu dekat Iyuth juga akan menjual sepatu-sepatu kelas atas di Pasar Raya dengan harga sekitar Rp 750.000 per pasang. Di luar itu, ia juga menerima order khusus dari perusahaan busana terkenal seperti Sophie Martin. Ada pula dari perancang-perancang busana seperti Itang Yunas, Ramli, dan Susan Budihardjo. Meskipun jumlah tak banyak, tapi harganya jauh lebih mahal. Seberapa mahal? "Itu rahasia dagang,dong," kata lelaki 35 tahun mengelak.

Si muka tembok itu kini dikejar-kejar pembeli

Usaha sepatunya dirintis setelah malang melintang di dunia mode selama 12 tahun. Ada dua bidang yang awalnya ingin ditekuninya. Pertama menjadi merancang busana. Kedua, merancang sepatu. Tapi kemudian Iyuth, yang lihai mendesain pakaian dan sepatu, memilih terjun ke bisnis sepatu. Alasannya, dibanding perancang busana, persaingannya lebih longgar. Maka, tahun 1992, dengan modal awal Rp 4 juta, Iyuth memulai bisnis sepatunya.

Produksi pertamanya adalah sepatu jungle yang bergaya koboi untuk lelaki. Meskipun mendapat banyak kritikan lantaran dinilai kelewat modis, toh 60 pasang sepatu jungle yang dijual di Department Store Borobudur itu habis terjual. Selanjutnya Iyuth mulai membuat sepatu-sepatu dengan model yang lebih sederhana sehingga bisa dipakai di mana saja, dengan jumlah jauh lebih besar: 100 pasang. Sepatu-sepatu itu pun ludes terjual. Setelah sukses dengan sepatu laki-laki, tiga tahun kemudian Iyuth berekspansi ke sepatu perempuan.

Mula-mula, ia kesulitan memperluas jaringan pemasarannya. Soalnya, karena harga sepatunya murah, tak banyak department store yang mau menerimanya. Awalnya, hanya Ramayana dan Borobudur yang mau menerimanya. Sebelumnya, Iyuth memang sudah memiliki hubungan yang cukup baik dengan kedua department store tersebut. Maklum saja, ketika masih jadi peragawan, Iyuth juga pernah nyambi bekerja sebagai Chief Merchandiser (bagian pengembalian produk-produk busana) di kedua tempat tersebut.

Tapi koneksi tak bisa terus-menerus jadi sandaran. Buktinya, meskipun kenal baik dengan pengelola Sogo, toh Iyuth ditolak di tempat itu. Meskipun berkali-kali ditolak, Iyuth tetap tak patah semangat. "Muka tembok deh," ujar lelaki yang mengaku dirinya sebagai "duda kembang" itu. Setelah 10 kali bolak-balik mengajukan permohonan, akhirnya Sogo luluh juga. Mengejutkan, sepatu karya Iyuth yang dilego di tempat elite itu ternyata laris manis. Minimal 20 pasang sepatu terjual setiap minggunya. Department store kelas kakap lainnya, seperti Metro, mulai melirik Iyuth. Kondisinya berbalik, sekarang ia yang dikejar-kejar pengelola pusat perbelanjaan. "Saya sekarang jadi jual mahal, tanya lokasinya dulu ha..ha...," gelak Iyuth.

Penggemar sepatu rancangan Iyuth makin luas. Selain harganya yang terjangkau, sepatu yang semuanya adalah buatan tangan itu cukup eksklusif. "Saya berusaha agar mode di setiap departmen store berbeda," katanya. Ia mengaku sudah menghasilkan 300 model sepatu laki-laki dan 500 model sepatu perempuan. Di pasar lokal Iyuth memakai beberapa merek dagang, seperti Sandal, Skandal, dan Iyuth Brand Shoes. Untuk setiap mode, ia hanya membuat 60 pasang sepatu. Kalau laku di pasaran, mode itu akan diproduksi kembali. Rata-rata, setiap mode sepatu rancangan Iyuth diproduksi ulang lima sampai 10 kali.

Selain sibuk mendesain dan mengontrol hasil kerja 200 orang karyawannya, Iyuth juga mengerjakan desain pakaian untuk beberapa perusahaan seperti KFC, Indosiar, dan Texas. Ia juga sedang berekspansi ke bisnis tas. Meskipun sekarang sudah dibantu lima orang kerabat dekatnya, toh Iyuth tetap saja merasa repot dan kekurangan waktu. "Kalau bisa dibeli, saya mau beli waktu," ujarnya.

Iyuth Palsu Pembawa Hoki

Iyuth Brand, perancang sepatu terkenal, tak pernah menyangka kalau nama "Iyuth" yang diambil dari nama kakak kandungnya itu bakal jadi begitu terkenal. Perancang sekaligus pengusaha sepatu bermerek Iyuth Brand Shoes itu terlahir 35," ujarnya.

Nama Iyuth mulai melekat padanya lantaran ke mana pun pergi dia selalu mengenakan gelang emas milik kakaknya yang bertuliskan Iyuth. Sejak itu orang-orang pun memanggilnya Iyuth. Ketika WNA beramai-ramai mengganti nama, lelaki keturunan Tionghoa ini secara resmi "mengakuisisi" nama kakaknya. Sementara si Iyuth asli berganti nama jadi menjadi Yusuf. "Saya ini anak yang paling nyeleneh," ujar anak ke-14 dari 15 bersaudara itu.

Kecuali Iyuth, tak seorang pun dari keluarganya yang terjun di dunia fashion dan seni. Semuanya berawal dari pekerjaannya sebagai penjaga butik di Duta Merlin. Saat itulah ia mulai mengenal dan tertarik ke dunia fashion. Bermodal ketampanan dan bentuk tubuhnya yang bagus, Iyuth pun beranjak menjadi peraga busana. Prestasinya berlenggak-lenggok selama 12 tahun cukup memuaskan. Berbagai arena peragaan busana di luar negeri pernah diikutinya dan gelar sebagai peragawan fotogenik pernah disabetnya. Ia juga sempat membintangi beberapa film dan sinetron. Di antaranya film Cinta di Balik Noda yang di bintangi Meriem Bellina.

Meskipun kariernya di dunia mode belum mentok, lulusan sekolah bisnis Standford College Singapura ini banting setir jadi pengusaha sepatu. "Kalau saya terus jadi peragawan, saya akan ketinggalan dari teman-teman saya," ujar bos 200 orang pekerja itu. Bisnis sepatu dipilihnya lantaran masih berkaitan erat dengan dunia mode. Keputusannya itu ternyata tepat. Bisnis sepatunya berkembang pesat dengan omzet miliaran rupiah per tahun. Sepatu karya Iyuth tak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga sampai ke Singapura dan Nigeria.


Selasa, 26 April 2011

orang-orang sukses didaerah sekitar

NAMA :Kopen
JK : laki-laki
UMUR : 45
PENGUSAHA :Pengusaha bakso
ALAMAT : depok

NAMA : Iyuth
JK :Perempuan
UMUR : 35
PENGUSAHA : sepatu
ALAMAT : depok

NAMA : Abdul karim
JK : Laki-laki
UMUR :52
PEGAWAI : BPKSDM PU
ALAMAT :Depok

NAMA : David
JK :Laki-laki
UMUR :34
PEGAWAI : agung podomoro group
ALAMAT :depok

NAMA : Rini
JK :Perempuan
UMUR :50
PENGUSAHA : Kontrakan 8 pintu
ALAMAT : depok

NAMA : priyanto
JK :laki-laki
UMUR :44
PENGUSAHA : kontrakan 9 pintu
ALAMAT : depok

NAMA : wahyu jatmiko
JK : laki-laki
UMUR :55 tahun
PENGUSAHA : pemilik indomaret cabang permata depok
ALAMAT : depok

NAMA : indra
JK :laki-laki
UMUR :51
PENGUSAHA : bahan bangunan atau toko matrial
ALAMAT : depok

NAMA : esa
JK :laki-laki
UMUR :52
PEGAWAI : divisi jasa kustodian center
ALAMAT : depok

NAMA : niko
JK :laki-laki
UMUR :39
PENGUSAHA : elektronik
ALAMAT : depok

NAMA : fikri darmawan
JK :laki-laki
UMUR :42
PENGUSAHA : warnet
ALAMAT : depok

NAMA : steven
JK :laki-laki
UMUR :35
PENGUSAHA : warnet
ALAMAT : depok

NAMA : ucok
JK :laki-laki
UMUR :30
PENGUSAHA : warung kebutuhan pokok
ALAMAT : depok

NAMA : yuli
JK :laki-laki
UMUR : 40
PENGUSAHA : bengkel sepedah
ALAMAT : depok

NAMA : taufik
JK :laki-laki
UMUR : 30
PENGUSAHA : jasa jaringan internet
ALAMAT : depok

NAMA : rati
JK : perempuan
UMUR :20
PENGUSAHA : counter pulsa elektrik
ALAMAT : depok

NAMA : ratna rosmiati
JK : perempuan
UMUR : 53
PENGUSAHA : toko kue
ALAMAT : depok