Jumat, 18 November 2011

Perencanaan Strategi perusahaan

Perencanaan Strategi perusahaan

PENDAHULUAN

Rencana strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana perusahaan akan diarahkan, dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan.

TAHAP PERKEMBANGAN KONSEP

Tahap 1 : Anggaran dan pengawasan keuangan. Tahap ini menggunakan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Tindakan manajerial didasarkan pada proyeksi jangka pendek dan berorientasi pada fungsi bisnis, dengan asumsi lingkungan stabil.

Tahap 2 : Perencanaan jangka panjang.

Tahap 3 : Perencanaan strategi bisnis. Perhatian manajemen beralih dari fungsi internal perusahaan (fungsi produksi) ke lingkungan eksternal perusahaan (fungsi pemasaran). Akibatnya berkembang diversifikasi usaha, ada segmentasi usaha, unit usaha otonom yang disebut satuan strategis bisnis (strategic business unit, SBU).

Tahap 4 : Perencanaan strategis perusahaan. Ini diperlukan untuk mengurangi konflik internal. Perencanaan strategis yang terpadu ini bersifat administratif.

Tahap 5 : Manajemen strategis. Perencanaan strategis diintegrasikan bukan hanya dalam sub-sistem administrasi semata, melainkan pula berbagai sub-sistem dalam proses manajemen lainnya, seperti struktur organisasi, informasi, SDM yang membentuk budaya perusahaan secara menyeluruh. Penyatuan berbagai subsistem infrastruktur manajerial dan pembentukan budaya perusahaan inilah yang disusun, dikembangkan dan diarahkan dalam manajemen strategis.

MANFAAT DAN PERANAN RENCANA STRATEGIS

v Menentukan batasan usaha/bisnis. Memilih fokus bidang usaha yang akan dikembangkan yang didasarkan pada semua lapisan manajemen.

v Memberikan arah perusahaan. Menentuan batasan usaha dan arah perusahaan merupakan dua sisi dari satu mata uang yang sama yang mendasari atau dihasilkan. Kedua hal itu merupakan dasar penyusunan prioritas tindakan dan kebijakan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan.

v Mengarahkan dan membentuk kultur perusahaan. Rencana strategis menunjang pengarahan dan pembentukan budaya perusahaan lewat proses interaksi, tawar-menawar, atau komunikasi timbal-balik.

v Menjaga kebijakan yang taat asas dan sesuai.

v Menjaga fleksibilitas dan stabilitas operasi.

v Memudahkan penyusunan rencana kegiatan dan anggaran tahunan.

PENDEKATAN ATAU METODE PENYUSUNAN

RENCANA STRATEGIS

Pendekatan ini dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok berdasarkan lingkup dan titik bahasan di satu pihak dan penekanan pada proses atau hasil di lain pihak. Pada pengelompokan pertama, menurut Porter, terdapat pendekatan klasik berhadapan dengan pendekatan non-klasik. Kemudian, pada kelompok kedua terdapat pendekatan keperilakuan berhadapan dengan pendekatan administratif.

1. Pendekatan Klasik

Pendekatan klasik diperkenalkan oleh Porter untuk membedakan umum dengan pendekatannya sendiri. Dalam analisis lingkungan dimasukkan semua faktor lingkungan usaha, baik yang langsung maupun tidak langsung, sehingga bersifat global.

Pendekatan ini relatif mudah karena dua hal: informasi yang disyaratkan bersifat global dan teknik yang digunakan sederhana.

2. Pendekatan Non-Klasik

Pendekatan non-klasik atau pendekatan Porter ini menitikberatkan pada analisis posisi persaingan, sehingga hanya lingkungan langsung perusahaan yang relevan. Pendekatan ini mensyaratkan informasi yang cukup tentang pihak dalam lingkungan persaingan tersebut. Hasilnya spesifik tentang strategi perusahaan yang dipilih.

3. Pendekatan Administratif

Fokus pendekatan ini adalah dokumen resmi rencana strategis yang memenuhi syarat yang berisi arah dan strategi perusahaan. Pendekatan ini kurang memperhatikan faktor komitmen dan berbagai tingkat dan bidang manajemen.

4. Pendekatan Keperilakuan

Bertentangan dengan pendekatan administratif. Penekanan pendekatan ini adalah manfaat utama dari suatu rencana strategis bukan pada hasil berupa dokumen resmi, melainkan pada komitmen, kesepakatan, tingkah laku yang dihasilkan dari proses penyusunan dokumen.

TAHAP DAN KERANGKA PENYUSUNAN

RENCANA STRATEGIS

v Perumusan misi perusahaan;

v Analisis keunggulan, kelemahan, kesempatan dan ancaman (SWOT);

v Penentuan arah, sasaran dan strategi;

v Identifikasi program dan proyeksi keuangan.

KONSEP PERENCANAAN STRATEGIS

MANAJEMEN STRATEGIS, KEBIJAKAN BISNIS, DAN PERENCANAAN STRATEGIS

Menurut Wheelen dan Hunger (1987) manajemen strategis adalah himpunan dari putusan dan tindakan manajerial yang menentukan performansi badan usaha dalam jangka panjang. MS mencakup perumusan, implementasi, dan evaluasi atau pengendalian strategi. Dengan demikian, studi mengenai manajemen strategi menitikberatkan pada kegiatan untuk memantau dan mengevaluasi peluang dan kendala lingkungan, di samping kekuatan dan kelemahan perusahaan. Dalam hal ini, perencanaan strategis merupakan bagian dari MS, karena tidak mencakup implementasi, evaluasi, dan pengendalian strategi, melainkan hanya mencakup perumusan strategi.

Di pihak lain, kebijakan bisnis merupakan studi yang sifatnya integratif dan komprehensif karena lebih cenderung melihat ke dalam perusahaan, dengan menitikberatkan pada masalah efisiensi atas utilitas sumber daya yang dimiliki perusahaan. Dengan demikian, kebijakan bisnis memfokuskan pada perumusan pedoman umum yang memungkinkan pencapaian yang lebih baik atas misi dan tujuan perusahaan. Jadi, dalam manajemen strategis tercakup juga kebijakan bisnis, tetapi dengan penekanan yang lebih besar pada aspek lingkungan dan strategi.

EVOLUSI DARI MANAJEMEN STRATEGI

Menurut Gluck, Kaufman dan Walleck (1982), ada empat fase evolusi manajemen strategis:

Tahap I : Basic Financial Planning: mengupayakan pengendalian operasional dan manajerial yang baik dengan menggunakan anggaran sebagai instrumennya.

Tahap II : Forecast-based planning: mengupayakan sistem perencanaan yang lebih efektif untuk mencapai pertumbuhan perusahaan, dengan memperkirakan keadaan masa depan untuk waktu yang lebih lama.

Tahap III : Externally oriented planning: mengupayakan peningkatan kepekaan terhadap pasar dan persaingan dengan cara mencoba untuk berpikir strategis.

Tahap IV : Strategic management: mengupayakan untuk mengatur semua sumberdaya yang ada untuk mengembangkan daya saing dan membantuk menciptakan masa depan.

Hax dan Majluf (1984), evolusi manajemen strategis terdiri dari lima tingkatan:

I. Bugeting and financial control dengan anggaran sebagai instrumen;

II. Long range planning;

III. Businees strategic planning;

IV. Corporate strategic planning: perencanaan jangka panjang terpadu.

V. Strategic management.

MODEL PROSES MANAJEMEN STRATEGIS

Hax dan Majluf (1984) membedakan dua macam proses manajemen strategis, yaitu tingkat unit usaha (business) dan badan usaha (corporate).

Business Strategic Planning:

v Misi unit usaha.

v Perumusan strategi usaha dan program menyeluruh.

v Perumusan dan evaluasi program khusus.

v Alokasi sumberdaya dan pengukuran kinerja untuk pengendalian manajemen.

v Penganggaran tingkat unit usaha.

v Pengesahan penganggaran dari dana strategis dan operasional.

Corporate Strategic Planning:

v Visi badan usaha.

v Postur strategis dan pedoman perencanaan.

v Misi unit usaha.

v Perumusan strategi dan program kerja menyeluruh.

v Perumusan strategi fungsional.

v Konsolidasi atas strategi unit usaha dan strategi fungsional.

v Penentuan dan evaluasi program kerja khusus unit usaha.

v Penentuan dan evaluasi program kerja khusus fungsional.

v Alokasi sumberdaya dan penentuan pengukuran kinerja.

v Penganggaran tingkat unit usaha.

v Penganggaran tingkat fungsional.

v Konsolisasi penganggaran dan pengesahan dana strategis dan operasional.

Model perencanaan strategis menurut Pearce II dan Robinson (1988) tidak membedakan antara perencanaan strategis untuk unit usaha dan badan usaha.

v Company mission.

v Company profile.

v External environment.

v Strategic analysis and choice.

v Long term objective

v Grand strategy (rencana kegiatan utama dan komprehensif).

v Annual objectives

v Functional strategies.

v Policies

ANALISIS SWOT OVERALL

TUJUAN ANALISIS

Untuk memberikan gambaran hasil analisis keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan secara menyeluruh yang digunakan sebagai dasar atau landasan penyusunan objective dan strategi perusahaan dalam corporate planning.

RUANG LINGKUP

v Lingkungan

v Keadaan intern perusahaan

v Peramalan

JENIS DAN SUMBER INFORMASI

1. Intern: data perusahaan dan data dan informasi yang dikumpulkan perusahaan

2. Ekstern: data sekunder, data dan informasi yang diperoleh dari hasil survai atau pengamatan.

PROSES DAN PERALATAAN ANALISIS

1. Analisis Lingkungan:

a. Ekonomi (business cycle, inflasi dan deflasi, kebijakan moneter, neraca pembayaran.

b. Pemerintah/perundang-undangan (pusat dan daerah, pemerintah pembeli terbesar, subsidi, perlindungan industri, kebijakan pemerintah).

c. Pasar/saingan (perubahan struktur kependudukan, distribusi pendapatan, alur hidup produk/layanan, kemudahan akses masuk, rintangan masuk).

d. Teknologi (bahan baku, cost of labor, sub-assemblies, dan perubahan teknologi).

e. Geographies (lokasi, nusantara)

f. Sosial budaya (cita rasa, nilai yang beruang).

2. Analisis Keadaan Intern Perusahaan:

a. Organisasi (misi, maksud, dan tujuan; Sarana/fasilitas dan teknologi yang dimiliki; Sistem dan prosedur kerja).

b. Fungsi perusahaan (produksi, pemasaran, keuangan, personalia – SDM).

3. Peralatan Analisis: Peramalan

a. Arti dan peranan peramalan (REPO: rasional, estimate, preparasi, dan operasional).

b. Ruang lingkup peramalan.

c. Langkah peramalan.

d. Teknik dan metode peramalan.

e. Contoh peramalan.

Kesimpulan :

Perencanaan Strategi perusahaan bermanfaat memberikan arah perusahaan. Menentuan batasan usaha dan arah perusahaan merupakan dua sisi dari satu mata uang yang sama yang mendasari atau dihasilkan. Kedua hal itu merupakan dasar penyusunan prioritas tindakan dan kebijakan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan.

blog.unm.ac.id/.../04/KONSEP-PERENCANAAN-STRATEGIS.doc

SISTEM PENGOLAHAN DATA

A. SISTEM PENGOLAHAN DATA

System yang melakukan tugas pengolahan data adalah system pengolahan data. Dalam

pandangan kita, system pengolahan data adalah sama dengan system akuntansi. Pndangan ini

didasarkan pada kenyataan bahwa pada mulanya computer hnaya diterapkan untuk tugas

akuntansi dan, penggunaanya disebut pengolahan data elektronik atau EDP.

Selama beberapa tahun telah digunakan empat jenis pengolahan data :

- system manual. System pertama adalah manual system ini hanya terdiri atas orang pulpen,

pensil, dan buku besar (ledger) untuk membuka entri. Buku besar menggambarkan recod

dari operasi perusahaan.

- Mesin keydriven, penemuan mesin ini seperti cas register, mesin ketik dan kalkulator meja

meringankan tugas pengurusan data yang besar.

- Mesin punched card, dengan cara yang sama sejumlah organisasi yang besar mencatat

transaksi mereka dalam benituk punched card (kartu berlubang) dan menggunakan mesin

puched card pemeliharaan dan pengolahan file yang penting.

- Computer. Sekarang, semua organisasi yang besar dan sebagian besar organisasi yang lebih

kecil mengandalkan computer untuk melakukan mayoritas pengolahan data mereka.

Era permulaan database ditandai dengan :

  • Pengulangan data
  • Ketergatungan data
  • Kepemilikan data yang tersebar

Konsep Database

  • Yaitu integrasi logis dari catatan-catatan file.
  • Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai

independensi data.

  • Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data

tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data.

  • Independensi data dicapai dgn menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg

terpisah secara fisik dari program.

  • Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.

3. Saat mengadopsi konsep database, Struktur Database menjadi :

• Database

• File

• Catatan

• Elemen data

B. TUJUAN PENGOLAHAN DATA

Tujuan pengolahan data adalah untuk menghasilkan dan memelihara redod perusahaan yang

akurat dan up to date.

C. TUGAS PENGOLAHAN DATA

Tanpa memandang apakah system pengolahan data perupa manual, key driven computer

atau kombinasi ada empat tugas dasar yang dilakukan

- pengumpulan data

sepanjang perusahaan memberikan barang dan jasa dan kepala lingkunganya, tiap

tindakanya ini digambarkan dalam record data. Jika tindakan tersebut melibatkan elemen

lingkungan, hal ini disebut transaksi.

- pengubahan data

diperlukan untuk mengubah data untuk mentranformasikannya menjadi format yang dapat

digunakan. Operasi pengubahan data mencakup :

pengklasifikasian. Elemen data dimasukan ke dalam record untuk digunakan sebagai kode

untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan record.

Penyortiran. Record disusun dalam urutan tertentu berdasarkan pada kode atau elemen data

yang lain. Sebagai contoh, file record penggajian disusun sedemikan rupa sehingga semua

record untuk tiap karyawan dapat dijadikan satu dan record untuk tiap karyawan berada

dalam urutan menurut tanggal.

Penkalkulasian. Operasi aritmatika dan logika dilakukan pada elemen data yang

menghasilkan elemen data tambahan. Sebagai contoh, dalam system penggajian, biaya

perjam, dikalikan jumlah jam kerja untuk ,menghasilkan pendapatan kotor.

Perekapitulasian. Ada banyak data yang perlu disinteesis atau dipersingkat menjadi bentuk

total dan subtotal.

- penyimpanan data

pada perusahaan kecil, ada ratusan transaksi dan tindakan tiap harinya sedangkan

diperusahan yang lebih besar, mungkin saja ada ribuan. Epson, misalnya, menyatakan bahwa

tiap sepuluh detik, salah satu dari pelanggannya memasang atau menginstal computer atau

printer Epson.

- Pembuatan dokumen

System pengolahan data menghasilkan output yang dibutuhkan oleh perorangan atau

kelompok baik yang berada dijdalam atau diluar perusahan.

- Sifat pengolahan data

Ada beberapa sifat pengolahan data yang membedakannya dengan aplikasi computer lain.

System pengolahan data :

a. menjalankan tugas penting

b. mengikuti prosedur standar secara relative

c. mendapatkan data yang lengkap.

d. Mempunyai focus historisa yang palin utama

e. Memberikan informasi pemecahan masalah minimal.

D. SISTEM PENGOLAHAN DATA SAMPEL

Pengertian data sample digunakan oleh perusahaan distribusi yaitu perusahaan yang

mendistribusikan barang dan jasa kepada para pelanggannya.kita namakan system tersebut

dengan system distribusi.

E. HIRARKI DATA

• File yaitu kumpulan catatan data yang berhubungan dengan subyek tertentu.

• Catatan adalah elemen data yang berhubungan dengan obyek tertentu.

• Elemen data yaitu unit data terkecil yang tidak dapat dibagi lagi menjadi unit yang berarti.

Manajemen data adalah bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semua

kegiatan yang memastikan bahwa sumber daya data perusahaan akurat , mutakhir , aman dari

gangguan yang tersedia bagi pemakai.

Kegiatan manajemen data mencakup :

• Pengumpulan data • Integritas pengujian

• Penyimpanan • Keamanan

• Pemeliharaan • Organisasi

• Pengambilan

F. PENYIMPANAN SEKUNDER

1. Penyimpanan Berurutan (Sequential Access Storage Device)

  • Suatu organisasi / penyusunan data di suatu medium penyimpanan yang terdiri dari

suatu catatan mengikuti satu catatan lain dalam suatu urutan tertentu .

  • Contoh pita magnetik yg digunakan untuk menyimpan data komputer memiliki bentuk fisik yg sama dengan pita audio.

2. Penyimpanan Akses Langsung (Direct Access Storage Device)

  • Cara mengorganisasikan data yang ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan.
  • DASD dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam medium penyimpanan dan

digunakan sebagai media input.

G.PEMROSESAN DATA

1. Pemrosesan Batch

  • Pengumpulan transaksi dan pemrosesan semua sekaligus dalam batch.
  • kelemahan dari pemrosesan ini manajemen tidak selalu memiliki informasi mutakhir yg menggambarkan sistem fisik.

2. Pemrosesan On-Line

Pengolahan transaksi satu per satu, kadang saat terjadinya transaksi, karena pengolahan online berorientasi transaksi.

3. Sistem Real Time

Sistem yang mengendalikan sistem fisik, dimana sistem ini mengharuskan komputer berespon cepat pada sistem fisik

.

H.DOKUMENTASI SISTEM

Dokumentasi system menggunakan diagram arus data (DFD) untuk menggambarkan system

kita harus mengetahui salah satu dari fasilitas utama tujuanya adalah untuk mendokumentasi

logika system dan logika tersebut dijalankan oleh segala jenis system yaitu manual, key driven,

computer.

I.TINJAUAN SINGKAT MENGENAI SISTEM

Diagram kontek menggambarkan system dalam konteksnnya dengan lingkungannya sistem

distribusi digambarkan sebagai sebuah persegi panjang tegak lurus, dengan tanda panah yang

menggambarkan data yang mengalir antara sistem dan lingkunganya. Elemen lingkungan

digambarkan dengan persegi panjang yang lebih kecil.

J.SUBSISTEM UTAMA DARI SISTEM DISTRIBUSI

Diagram kontek cocok untuk menentukan wilayah sistem yaitu elemen lingkungan dan

interface. Sub sistem di definisikan dengan sebuah persegi panjang. Sub sistem yang pertama

berkenaan dengan pemenuhan pemesanan pelanggan yang kedua berkenaan dengan

penambahan stok dari pemasok dan yang ketiga berkenaan dengan pemeliharaan atau

kepengurusan buku besar perusahaan.

K.PERANAN PEMROSESAN DATA DALAM PEMECAHAAN MASALAH

Pengolahan data banyak dilakukan oleh volume data yang lebih besar dari pada volume

informasinya. Ada dua alasan yang pertama sistem pengolahan data benar benar menghasilkan out put informasinya dalam bentuk laporan accounting standar yang kedua sistem pengolahan data memberikan kekayaan pada database yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah.

yohanes_ari.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../database2.pdf

MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN

Definisi Model : penyederhanaan dari suatu objek.

Model mewakili sejumlah objek atau aktifitas yang disebut entitas.

JENIS-JENIS MODEL :

1. Model Fisik ; penggambaran entitas dalam bentuk 3 dimensi.

2. Model Naratif ; menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan.

3. Model Grafik ; menggambarkan entitas dengan sejumlah garis atau symbol.

4. Model matematika ; sebagian besar perhatian dalam pembuatan bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Keunggulannya, ketelitian dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.

KEGUNAAN MODEL :

1. Mempermudah Pengertian, suatu model pasti lebih sederhana dari pada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.

2. Mempermudah Komunikasi, setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu sering pula dikomunikasikan pada orang lain.

3. Memperkirakan Masa Depan, ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis lain.

“MODEL SISTEM UMUM”

1. Sistem Fisik, merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.

Arus sumber daya fisik yang mengalir :

1. Arus material.

2. Arus personil.

3. Arus mesin.

4. Arus uang.

Sistem Fisik Perusahaan sebagai system yang terkendali

2. Sistem Konseptual,

Sebagian sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut “Lingkaran Umpan Balik” yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula sebaliknya.

a. Sistem Lingkaran Terbuka.

b. Sistem Lingkaran Tertutup.

Pengendalian Manajemen; pihak manajemen menerima informasi yang menggambarkan output sistem.

Perubahan-perubahan dibuat dalam sistem fisik melalui arus keputusan

Model Sistem Umum Perusahaan

PENDEKATAN SISTEM

Manajer terlibat dalam pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan yang efektif dan efisien.

Sistem Konseptual adalah suatu sistem pemecahan masalah yang terdiri dari manajer, informasi dan standar. 2 elemen lain masuk dalam proses perubahan masalah menjadi solusi (solusi alternatif dan kendala).

TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM

1. Usaha Persiapan

o Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.

o Mengenal sistem lingkungan.

o Mengidentifikasi subsistem perusahaan.

2. Usaha Definisi

o Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.

Tujuannya : mengidentifikasi tingkat sistem tempat persoalan berada.

o Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu :

1. Mengevaluasi standar.

2. Membandingkan output dengan standar.

3. Mengevaluasi manajemen.

4. Mengevaluasi pemroses informasi.

5. Mengevaluasi input dan sumber daya input.

6. Mengevaluasi proses.

7.Mengevaluasi sumber daya output.

3. Usaha Persiapan

o Pertimbangan alternatif yang layak.

o Mengevaluasi berbagai solusi alternatif.

o Memilih solusi terbaik.

o Menerapkan solusi.

o Memastikan bahwa solusi tersebut efektif.

FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH

3 Kategori manajer dalam merasakan masalah :

1. Penghindar masalah (Problem Avoider), manajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja.ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.

2. Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah (Problem Seeker)) :

a. Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.

b. Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.

3.Menggunakan informasi untuk memecahkan masalah/Pemecah masalah

( Problem solver) :

a. Gaya sistematik, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. Co. : pendekatan sistem.

b. Gaya intuitif, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.

PENGGUNAAN KOMPUTER DI PASAR INTERNASIONAL





Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan anak-anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijaksanaan dan prosedur tersendiri.

Contoh : N.V. Philips, MNC yang berdomisili / berbasis di Belanda.


Istilah warisan administratif (administrative heritage) digunakan untuk menggambarkan kondisi internal seperti asset perusahaan, distribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, budaya perusahaan, dan gaya manajemen. Bagi MNC, lingkungan/eksternal bersifat global. MNC merupakan sistem terbuka yang berusaha

meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan lingkungan. Ketidakpastian, adalah “perbedaan antara jumlah informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas dan jumlah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi”. MNC membuat sistem pengolah informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dari segi pengaruh lingkungan dan warisan administratif.

2. Jenis-jenis Struktur Organisasi MNC

Menurut William Egelhoff dari Fordham University, MNC dapat mengorganisasikan menurut divisi fungsional sedunia (worldwide functional division), divisi internasional (international divisions), wilayah geografis (geographic regions), atau divisi produk sedunia (worldwide product divisions). Dalam divisi fungsional sedunia, anak-anak perusahaan diorganisasikan menurut jalur fungsional-manufaktur, pemasaran, dan keuangan. Bidang-bidang operasional di anak perusahaan melapor langsung ke pasangan fungsional mereka ke induk perusahaan. Dalam divisi internasional, semua anak perusahaan di luar negeri melapor pada suatu divisi internasional MNC yang terpisah dari divisi domestik.

Dalam wilayah geografis, MNC membagi operasinya menjadi wilayah-wilayah dan tiap wilayah bertanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang berlokasi dalam batasnya. Dalam divisi produk sedunia, perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.

Dimensi-dimensi struktural pengolahan informasi Pengolahan informasi suatu MNC dapat dipandang sebagai berada pada dua poros. Pada satu poros cenderung pada aktivitas taktis atau strategis. Di poros yang lain, pemrosesan informasi cenderung menghubungkan masalah perusahaan atau Negara dengan masalah produk.

Pemrosesan Informasi Taktis vs Strategis

Pemrosesan informasi taktis menangani transaksi harian dalam volume besar,

contohnya sistem informasi akuntansi pemrosesan informasi strategis melibatkan penyaringan dan pengikhtiaran data akuntansi untuk menonjolkan masalah-masalah tingkat tinggi, contoh SIM seperti SI pemasaran, DSS.

Informasi Perusahaan dan Negara vs Informasi Produk

Informasi yang dihasilkan MNC dapat dipisahkan dalam dua golongan besar – yang satu menggambarkan produk-produk perusahaan dan yang lain menggambarkan perusahaan dan Negara tempat beroperasi perusahaan.

Perlunya Koordinasi dalam suatu MNC

Keuntungan koordinasi :

· Fleksibilitas dalam memberi respon terhadap pesaing di berbagai

negara dan pasar.

· Kemampuan memberikan respon di suatu negara, atau wilayah

dari suatu negara terhadap perubahan di negara atau wilayah

lain.

· Kemampuan mengikuti kebutuhan pasar di seluruh dunia.

· Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit-unit di berbagai

negara.

· Pengurangan keseluruhan biaya operasi.

· Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan

pelanggan.

· Kemampuan mencapai dan mempertahankan keragaman produk

perusahaan serta cara produksi dan distribusinya.

Sistem informasi yang digunakan MNC saat mereka mengikuti empat strategi bisnis disebut sistem informasi global (global information system), atau GIS. GIS dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari jaringan-jaringan yang melintasi batas-batas negara.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan :

a) Strategi multinasional bersifat desentralisasi.

b) Strategi global mengumpulkan pengendalian di perusahaan induk

(sentralisasi).

c) Strategi internasional merupakan perpaduan sentralisasi

pengendalian dari strategi global dan desentralisasi dari strategi

multinasional.

d) Strategi transnasional, baik induk dan anak perusahaan bekerja sama memformulasikan strategi dan kebijaksanaan operasi, dan mengkoordinasikan logistik agar produk mencapai pasar yang tepat. Pada strategi ini, tanggung jawab yang besar pada pengelola database induk memastikan keseragaman rancangan database di seluruh dunia.

3. Strategi Penerapan GIS

Jika suatu MNC mengikuti strategi multinasional (desentralisasi), diperlukan sejumlah tim pengembangan, yang bekerja di sejumlah anak perusahaan. Jika strategi global (sentralisasi) yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan sebagian besar tugasnya di perusahaan induk. Jika strategi internasional (kombinasi sentralisasi dan desentralisasi) yang diikuti, satu atau sejumlah tim pengembangan dapat bepergian dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan. Dalam hal strategi transnasional (integrasi), tim pengembangan menyertakan wakilwakil

dari perusahaan induk dan anak perusahaan.

Strategi Transnasional bagi Penerapan GIS

Karena strategi ini paling rumit, menyatukan seluruh MNC menjadi suatu sistem yang bekerja lancar, strategi penerapannya dapat menjadi model untuk menghindari kegagalan-kegagalan potensial. Strategi ini berfokus pada sejumlah hal penting yang berhubungan dengan GIS/business strategy linkage, sumberdaya informasi, pembagian data internasional, dan lingkungan budaya.

· Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis, tim pengembangan

harus :

1) Bekerjasama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.

2) Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis. 24

3) Menentukan strategi GIS global yang sesuai untuk strategi

bisnis global tiap unit bisnis.

4) Menentukan tujuan dari tiap strategi GIS.

5) Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai strategi GIS dan menentukan prioritasnya.

6) Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.

· Menentukan sumberdaya informasi, dalam menentukan

sumberdaya informasi – H/W, S/W, personil, data, informasi serta

fasilitas, tim pengembangan harus :

1) Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional.

2) Mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk dan

jasa bagi tiap anak perusahaan.

3) Membuat spesifikasi standar H/W dan S/W yang dapat

digunakan semua anak perusahaan.

4) Membuat rencana bagi satu atau beberapa unit penolong yang

membantu anak perusahaan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

5) Siap menghadapi keterlambatan penerapan yang tidak dialami

di negara perusahaan induk.

· Menyediakan pembagian data; pembuatan sistem pemakaian

bersama data (data sharing) mencakup beberapa tugas.

Tim pengembangan harus :

1) Mengembangkan suatu model data global yang mendukung

tujuan bisnis global.

2) Membentuk satu kelompok yang terdiri dari para wakil perusahaan induk dan anak perusahaan untuk menetapkan standar data yang akan diterapkan di seluruh MNC.

3) Meneliti peraturan berbagai negara untuk mengetahui berbagai

pembatasan atas pengolahan data dan telekomunikasi.

4) Berdasarkan penelitian tersebut, menentukan apakah data akan dikirimkan melintasi batas negara atau memprosesnya di negara tempat anak perusahaan.

5) Menerapkan database.

· Memperhatikan lingkungan budaya, untuk itu tim pengembangan

harus:

1) Menyadari perbedaan budaya yang ada di antara negaranegara tempat anak perusahaan dan merumuskan pemecahan

yang dapat diterima oleh semua pihak.

2) Membuat survei atas keahlian para spesialis informasi yang ada di anak perusahaan agar keahlian tersebut dapat dipergunakan secara maksimal selama penerapan.

3) Menyediakan pelatihan dan pendidikan bagi anak perusahaan.

4) Membuat program-program formal yang mempersiapkan para

manajer perusahaan induk untuk bekerjasama dengan paramanajer anak perusahaan, dan sebaliknya.

Kesimpulan :

Perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan anak-anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijaksanaan dan prosedur tersendiri dan Jika suatu MNC mengikuti strategi multinasional (desentralisasi), diperlukan sejumlah tim pengembangan, yang bekerja di sejumlah anak perusahaan. Jika strategi global (sentralisasi) yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan sebagian besar tugasnya di perusahaan induk.

www.smecda.com/e-book/SIM/Simbab4.pdf